Praktikum Ke-14                                                            Hari / Tanggal : Rabu, 2 Juni  2010

MK. Komunikasi Massa                                                 Ruangan: ESL Kenanga B                                                                                              Asisten : Anies Wahyu N/I34070020

Astatin Fitriani/I34060682

Menulis Berita/Artikel

Vera Aristi         (I34080010)

Berita:

Satu-satunya Keajaiban Kerajinan Kayu di IPB

Beberapa contoh hasil dari kerajinan kayu kios Lambuzier

L

ambuzier adalah nama sebuah kios kerajinan kayu satu-satunya yang terletak di daerah Kampus Darmaga IPB tepatnya di depan toko Al-amin. Lambuzier berasal dari salah satu nama pemilik kios kerajinan kayu ini yaitu bernama Lam.

Berawal hanya dari sebuah hobby membuat ucapan-ucapan selamat ulang tahun dengan bermodalkan kayu dan tinta timbul, akhirnya Mas Lam dan Mas Edi membuka kios kerajinan kayu ini sejak tahun 2007. Semakin lama kios kerajinan kayu ini semakin berkembang dengan bertambahnya variasi kerajinan kayu seperti plakat, souvenir, undangan, jam, gantungan kunci serta masih banyak lainnya, dan semua itu berbahan dasar kayu.

Sebagian orang mungkin sudah mengenal kios Lambuzier ini, itu terlihat dari banyaknya pembeli yang rata-rata Mahasiswa dan Pelajar. Dari segi harga pun kerajinan kayu ini sangat terjangkau dimulai dari harga Rp. 2.500,- sampai Rp. 45.000,- sesuai dengan keunikan dan kerumitan barang yang dipesan atau dapat dibeli secara langsung. Omset yang didapat perbulan pun sekitar Rp. 3.000.000,-.

Harapan dari kedua pemilik kios Lambuzier ini yaitu dapat membuka cabang diberbagai daerah di Kota Bogor serta dapat mengembangkan ide-ide dengan kreasi yang lebih baik. (Vera)

Praktikum Ke-15                                                            Hari / Tanggal : Rabu, 2 Juni  2010

MK. Komunikasi Massa                                                 Ruangan: ESL Kenanga B                                                                                                          Asisten : Anies Wahyu N/I34070020

Astatin Fitriani/I34060682

Menulis Feature

Vera Aristi        (I34080010)

Tips Kecantikan Alami dengan Jeruk Nipis
Kecantikan wajah dan kulit adalah sesuatu yang diharapkan oleh banyak wanita. Tapi alangkah lebih indahnya jika kita menggunakan tips kecantikan secara alami dengan menggunakan jeruk nipis yang begitu banyak manfaatnya bagi kecantikan kulit kita.

Ambil 1 buah jeruk nipis, belah lalu oleskan keseluruh muka dan leher, tunggu beberapa menit sampai kering, setelah itu bilas dengan air hangat. Lakukan hal ini seminggu dua kali, manfaatnya dapat membuat kulit muka bersih, halus dan mencegah jerawat.

Bila pergelangan kaki kebawah terasa lelah, rendamlah dengan air hangat yang telah diberi beberapa perasan jeruk nipis. Biasakan siku dan lutut anda dibasuh dengan sebutir jeruk nipis, khasiatnya selain membuat putih juga kelihatan indah dan mulus. Bila anda ingin bibir yang merah alami, belah jeruk nipis oleskan ke bibir, setelah itu diamkan sejenak. Niscaya bibir menjadi merah alami dan menawan.

Untuk mencegah dan mengurangi ketombe juga rambut rontok, rawatlah rambut anda dengan perasan air jeruk nipis. Caranya: carilah jeruk nipis lalu belah dua. Kemudian belahan jeruk nipis tersebut gosokkan pada kulit kepala tempat tumbuhnya rambut. Jeruk nipis yang dicampur dengan air hangat/teh hijau dapat menahan rasa lapar dan melangsingkan badan. Untuk mengempiskan (mengecilkan) perut yang buncit, ambil jeruk nipis 1 sendok makan, kapur sirih basah 1 sendok teh, minyak kayu putih 1 sendok teh, ketiga bahan tsb dicampur lalu oleskan pada perut dan pinggang hingga merata. Tunggu sampai kering lalu pakailah stagen atau korset untuk mengikat.

TEKNOLOGI KOMUNIKASI SEBAGAI MEDIA PERKEMBANGAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

Disusun Oleh:

Vera Aristi/I34080010

Sains komunikasi dan pengembangan masyarakat

Fakultas Ekologi Manusia

Institut Pertanian Bogor

2010


Daftar Isi

BAB I. 1

PENDAHULUAN.. 1

1.1 Latar belakang. 1

1.2 Perumusan Masalah. 2

1.3 Tujuan. 3

1.4 Manfaat 3

BAB II. 1

TINJAUAN PUSTAKA.. 1

2.1 Pengertian Teknologi Komunikasi Pendidikan. 1

2.2 Jenis-Jenis Kompetensi 1

2.3 Hal-Hal Yang Termasuk Dalam Pengajaran. 2

BAB III. 1

PEMBAHASAN.. 1

3.1 Kompetensi Pengajar atau Guru. 1

3.2 Metode-Metode Pembelajaran. 2

3.3 Memanfaatkan Teknologi Komunikasi 3

BAB IV.. 1

KESIMPULAN DAN SARAN.. 1

4.1 Kesimpulan. 1

4.2 Saran. 1


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi dimasyarakat. Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan melalui pola tradisional, disamping cara ini tidak tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan tuntutan ini pulalah yang membuat kebijakan untuk memanfaatkan media komunikasi dengan teknologi yang semakin maju dalam pengelolaan pendidikan.

Menurut Yusufhadi Miarso (1980) Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu spesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis.[1] Dibuatnya teknologi komunikasi seperti satelit, tv, radio, jaringan internet, komputer, LCD yang memberi arti tersendiri bagi proses komunikasi antar-manusia. Yusufhadi Miarso (1980) mengemukakan bahwa secara operasional, aplikasi teknologi komunikasi pendidikan akan menunjukan karakteristik tertentu. Dengan media komunikasi teknologi yang baik sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar dikelas. Terutama peningkatan prestasi belajar siswa. Istilah teknologi pendidikan (educational technology) secara umum dapat diartikan sebagi penerapan teknologi, khususnya teknologi komunikasi, untuk kegiatan pendidikan atau pengajaran. Teknologi pendidikan dapat diartiakan pula sebagai pendekatan yang logis, sistematis, dan ilmiah dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Akan tetapi, Teknologi pendidikan tidaklah selamanya diartikan atau dikaitkan dengan peralatan atau media yang rumit. S. Nasution (1982) mengemukakan “pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kristis tentang pedidikan. Teknologi pendidikan memandang soal cara mengajar dan belajar sebagai suatu masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah[2].

1.2  Perumusan Masalah

Proses belajar mengajar dikelas dengan penggunaaan metode ceramah (lecture method) monoton, sehingga siswa atau peserta didik akan cepat bosan dalam belajar. dan keterbatasan media teknologi pendiddikan disatu pihak serta lemahnya kemampuan pengajar menciptakan media tersebut. Adapun keterbatas alat-alat teknologi pendidikan yang dipakai dikelas diduga merupakan salah satu sebab lemahnya mutu studi pelajar.

Dengan demikian perumusan masalahnya yaitu:

  1. Apakah pengajar memiliki kompetensi pembelajaran yang lebih interaktif?
  2. Metode pembelajaran  apakah yang seharusnya diberikan oleh pengajar?
  3. Apakah pengajar maupun pelajar dapat memanfaatkan metode teknologi komunikasi yang telah mengalami kemajuan?

1.3 Tujuan

  1. Dalam rangka penyelengaraan pendidikan yang efektif dan efisien dituntut kajian sistematis, ilmiah dan rasional.
  2. Membantu aktivitas proses belajar mengajar dikelas, terutama peningkatan prestasi belajar bagi pelajar.
  3. memberi dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan.
  4. pengajaran yang lebih mantap
  5. memungkinkan adanya perubahan kurikulum, baik strategi, pengembangan maupun aplikasinya.

1.4 Manfaat

Pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kegiatan pendidikan, teknologi pendidkan serta media pendidikan. dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Karena dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan ini pulalah, dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. dapat menyajikan materi secara lebih menarik. Dan tujuan yang efektif dan efisienpun akan tercapai.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Teknologi Komunikasi Pendidikan

Menurut Yusufhadi Miarso (1980) Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu spesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis.

S. Nasution (1982) mengemukakan “pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kristis tentang pedidikan. Teknologi pendidikan memandang soal cara mengajar dan belajar sebagai suatu masalah atau problema yang harus dihadapi secara rasional dan ilmiah.

2.2 Jenis-Jenis Kompetensi

Kompetensi tenaga kerja guru di Indonesia pada umumnya mengacu kepada tiga jenis kompetensi, yaitu:

No. Jenis Kompetensi Pengertian
1. Kompetensi pribadi Memiliki sikap kepribadian yang mantap atau matang sehingga mampu berfungsi sebagai tokoh identitas bagi siswa, serta dapat menjadi panutan bagi siswa dan masyarakatnya.
2. Kompetensi profesi Memiliki pengetahuan yang luas dan dalam mata pelajaran yang diajarkan, serta menguasai metodologi pengajaran, baik teoritis maupun praktis.
3. Kompetensi kemasyarakatan Mampu membangun komunikasi yang efektif dengan lingkungan sekitarnya, termasuk dengan para siswa, teman sejawat, atasan, dengan pegawai sekolah, dan dengan masyarakat luas.

D. A. Tisna Amidjaja, 1981 mengemukakan “kompetensi-kompetensi tersebut berpadu dalam satu performance khusus atau berakumulasi dalam sikap dan tingkah laku, baik sebagai mahluk individual, sebagai mahluk sosial, dan sebagai tenaga kerja professional”.

2.3 Hal-Hal Yang Termasuk Dalam Pengajaran

  • Metode Ceramah
  • Metode Diskusi
  • Metode Tugas
  • Metode Kerja Dalam Kelompok
  • Metode Karyawisata


BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Kompetensi Pengajar atau Guru

Mengajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengorganisasi atau menata sejumlah sumber potensi secara baik dan benar sehingga terjadi proses belajar anak. Implikasi definisi ini adalah bahwa guru bukanlah mentransmisikan/mendistribusikan pengetahuan kepada anak semata-mata, akan tetapi sebagai direktur belajar (director of learning) dari sejumlah peserta didik. Akan tetapi, proses belajar mengajar dikelas dengan penggunaaan metode ceramah (lecture method) monoton, sehingga peserta didik akan cepat bosan dalam belajar. bagi anak sekolah menengah pertama. Yusufhadi Miarso (1980) mengemukakan bahwa secara operasional, aplikasi teknologi komunikasi pendidikan akan menunjukan karakteristik tertentu. Dimana seorang pengajar harus bisa mengajak peserta didik agar lebih interaktif dalam proses belajar mengajar dikelas[3].

Suatu kegiatan belajar dikatakan efisien kalau prestasi belajar yanga diinginkan dapat mencapai dengan usaha yang minimal. fungsi otak sebagai pengendali seluruh aktivitas mental dan behavioral, menurut tinjauan cognitivitis (para ahli kognitif) sangat menentukan proses belajar mengajar (syah, 1992)[4]. Penyelenggaraaan pendidkan dan pengajaran, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi hanya akan efektif, jika dikelola oleh tenaga kependidikan atau guru yang profesional. Guru yang professional adalah guru yang memiliki kompetensi tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh profesi guru.

3.2 Metode-Metode Pembelajaran

Metode pengajaran yang umum dipakai dalam proses belajar mengajar dikelas biasanya hanya menggunakan metode ceramah, hanya beberapa sekolah saja yang sudah menggunakan media teknologi komunikasi seperti komputer, jaringan internet, laptop, LCD dan sebagainya. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi yang semakin maju, pengajar dapat menerapkan metode-metode sebagai berikut:

  1. Metode Ceramah. metode ini adalah metode dasar karena metode ini paling sering dipakai terutama unituk penyampaian materi yang bersift teoritis. Oleh karena itu yang paling penting adalah, bagaimana guru dapat berceramah secara baik, materi yang disampaikan secara baik dan dengan variasi yang baik pula. Sukses tidaknya guru dapat berceramah ditentukan oleh guru mnguasai suasana kelas, cara berbicara dan sistematis pembicaraan, jumlah materi yang disajikan, jumlah subjek yang mendengarkan.
  2. Metode Diskusi. Diskusi diartikan sebagai suatu proses penyampaian materi, dimana guru bersama siswa mengadakan dialog bersama untuk mencari jalan pemecahan dan menyerap serta menganalisis satu atau sekelompok materi tertentu. Dalam diskusi guru berperan sebagai pengatur lalu lintas informasi, pemberi jalan penampung informasi.
  3. Metode Tugas. Tugas diartikan sebagai materi tambahan yang harus dipenuhi oleh siswa baik didalam maupaun diluar kelas. Oleh karena itu pemberian tugas sebagai tambahan yang dapat membuat siswa mempunyai rasa tanggung jawab. maka keliru, jika guru hanya berada dikantor dan menugaskan peserta didik mencatat materi pelajaran dikelas.
  4. metode kerja dalam kelompok. Kelompok adalah sekumpulan orang dimana mereka harus bekerja sama untuk menyelesaikan tugas dengan menuangkan pendapat dan pikiran dari setiap orang. metode ini dapat menciptakan hubungan sosial yang baik dimana antar anggota kelompok saling mengenal satu sama lain dan akan tumbuh rasa kebersamaaan.
  5. metode karyawisata. Metode ini adalah strategi belajar mengajar, dimana guru dan muridnya mengunjungi suatu tempat tertentu yang relevan seperti museum, perpustakaan, dan tempat-tempat yang mengandung unsur pendididkannya untuk memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru dimana murid bisa melihat secara langsung.

3.3 Memanfaatkan Teknologi Komunikasi

Menurut Yusufhadi Miarso (1980) Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu spesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis Dibuatnya teknologi komunikasi seperti satelit, tv, radio, jaringan internet, komputer, LCD yang memberi arti tersendiri bagi proses komunikasi antar-manusia.

Dengan memanfaatkan teknolgi komunikasi yang ada pada saat ini. Baik pengajar ataupun pelajar dapat menggunakan media tekologi komunikasi seperti penggunaan LCD pada saat menjelaskan materi dikelas, penggunaan jaringan internet untuk mendapatkan informasi yang menambah pengetahuan dengan lebih mudah dan cepat. Serta penggunaan Komputer yang dapat membantu dalam proses belajar mengajar dan meningkatkan kemampuan siswa untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Tapi semua itu harus di seimbangkan dengan kemampuan pengajar itu sendiri serta cara metode pembelajaran yanga baik dan menarik.


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yaitu dengan Teknologi yang semakin maju akan berpengaruh pada pola komunikasi dimasyarakat, serta tuntutan masyarakat terhadap pendidikan tidak mungkin dikelola dengan pola traidisional saja. Dengan memanfaatkan tekologi komunikasi akan mempermudah dalam proses belajar mengajar akan tetapi iti semua harus didukung kompetensi pengajar yag baik serta metode-metode pembelajaran yang lebih variatif dan menarik sehingga akan membuat minat belajar siswa semakin baik dan pemahaman cara  belajar anak akan semakin maju.

4.2 Saran

Dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. dan kompetensi pengajar harus lebih ditingkatkan agar dalam penyampaian dan menyajikan materi dengan lebih menarik. Dan tujuan yang efektif dan efisienpun akan tercapai.


[1] Yusufhadi Miarso, 1980 dalam Sudarwan danim, 2008:8

[2] S. Nasution. 1982. Teknologi Pendidikan. Bandung: CV. Jemmars. Hal. 7

[3] Yusufhadi Miarso, 1980 dalam Sudarwan danim, 2008:8

[4] Muhibbin Syah. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Hal. 12